PKisah Pulau Leti
Wisata Sejarah Kolonial

Benteng Tua Laitutun: Menyusuri Jejak VOC di Pulau Leti yang Terlupakan

Benteng Tua Laitutun di Pulau Leti menyimpan jejak sejarah kolonial VOC yang terabaikan. Simak kisahnya dan rencana revitalisasi hingga 2027.

Benteng Tua Laitutun: Menyusuri Jejak VOC di Pulau Leti yang Terlupakan

Inti Sari

  • Benteng Laitutun dibangun VOC abad ke-17 sebagai pusat pertahanan di Maluku.
  • Struktur benteng masih terlihat meski sebagian telah rusak oleh waktu.
  • Pemerintah setempat berencana revitalisasi benteng hingga 2027.
  • Lokasi benteng menawarkan pemandangan laut dan sejarah yang memikat.
  • Wisata sejarah ini mulai menarik minat pelancong lokal dan internasional.

Sejarah Benteng Laitutun

Benteng Tua Laitutun dibangun oleh VOC pada abad ke-17 sebagai bagian dari strategi pertahanan di wilayah Maluku. Letaknya yang strategis di Pulau Leti memungkinkan VOC mengontrol perdagangan rempah-rempah. Meski sebagian struktur telah rusak akibat cuaca dan waktu, benteng ini masih menyimpan jejak sejarah yang kuat. Beberapa bagian seperti tembok tebal dan bekas menara pengawas masih bisa dilihat oleh pengunjung.

Rencana Revitalisasi Hingga 2027

Pemerintah daerah Pulau Leti telah menyusun rencana revitalisasi Benteng Laitutun sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan sejarah. Proyek ini direncanakan rampung pada 2027, dengan fokus pada pemugaran struktur benteng dan pengembangan fasilitas wisata. Selain itu, akan dibangun pusat informasi sejarah untuk memberi konteks lebih mendalam kepada pengunjung.

Pengalaman Wisata di Benteng Laitutun

Mengunjungi Benteng Laitutun tidak hanya sekadar melihat reruntuhan bersejarah. Pengunjung dapat menikmati pemandangan laut yang menakjubkan dari puncak benteng. Lokasinya yang terpencil memberikan suasana tenang dan ideal untuk refleksi sejarah. Wisatawan juga dapat berinteraksi dengan warga setempat yang masih menjaga cerita turun-temurun tentang benteng ini.

Video Terkait

Tanya Jawab Singkat

Bagaimana cara mencapai Benteng Laitutun?

Benteng Laitutun dapat diakses melalui perjalanan darat dari pusat Pulau Leti, dilanjutkan dengan trekking singkat ke lokasi.

Apakah ada biaya masuk ke Benteng Laitutun?

Saat ini belum ada biaya masuk resmi, tetapi pengunjung disarankan memberi sumbangan sukarela untuk perawatan situs.

Kapan waktu terbaik mengunjungi benteng ini?

Waktu terbaik adalah pagi atau sore hari saat cuaca tidak terlalu panas, terutama antara Mei hingga Oktober.

Apakah ada fasilitas di sekitar benteng?

Fasilitas masih terbatas, tetapi beberapa warung kecil menyediakan makanan dan minuman lokal.