PKisah Pulau Leti
Kuliner Khas Pulau Leti

Jukut Re’a: Hidangan Kerang Endemik yang Hanya Ditemukan di Perairan Leti

Jukut Re’a, hidangan kerang endemik yang hanya ditemukan di perairan Pulau Leti, menjadi ikon kuliner lokal yang semakin diminati wisatawan pada tahun 2025–2026.

Jukut Re’a: Hidangan Kerang Endemik yang Hanya Ditemukan di Perairan Leti

Inti Sari

  • Jukut Re’a terbuat dari kerang endemik yang hanya hidup di perairan Pulau Leti.
  • Hidangan ini dikenal dengan rasa gurih alami dan aroma rempah khas Maluku.
  • Pengolahan Jukut Re’a masih menggunakan metode tradisional yang diwariskan turun-temurun.
  • Wisatawan dapat mencicipi Jukut Re’a di warung-warung lokal dengan harga relatif terjangkau.
  • Pada 2026, pemerintah setempat berencana mempromosikan Jukut Re’a sebagai bagian dari festival kuliner Maluku.

Asal Usul dan Keunikan Jukut Re’a

Jukut Re’a adalah hidangan khas Pulau Leti yang terbuat dari kerang endemik bernama lokal 're’a'. Kerang ini hanya ditemukan di perairan sekitar Leti, menjadikannya bahan baku yang unik dan sulit ditemukan di tempat lain. Menurut cerita masyarakat setempat, tradisi mengonsumsi kerang re’a sudah ada sejak ratusan tahun silam, dimulai sebagai sumber protein utama bagi nelayan lokal. Keunikan hidangan ini terletak pada proses pengolahannya yang sederhana namun penuh cita rasa, menggunakan rempah-rempah alami seperti kunyit, jahe, dan serai.

Proses Pengolahan Tradisional

Pengolahan Jukut Re’a masih mengandalkan metode tradisional yang diwariskan turun-temurun. Kerang re’a segar dibersihkan dan direbus bersama bumbu rempah hingga matang. Proses ini memastikan cita rasa alami kerang tetap terjaga. Setelah matang, kerang biasanya disajikan dengan nasi panas atau ubi rebus, menciptakan kombinasi rasa yang harmonis. Beberapa warung lokal juga menambahkan santan atau daun kemangi untuk memperkaya aroma dan rasa.

Tren dan Promosi Kuliner

Pada tahun 2025, Jukut Re’a semakin populer di kalangan wisatawan domestik dan internasional yang berkunjung ke Pulau Leti. Hal ini mendorong pemerintah setempat untuk mempromosikan hidangan ini sebagai ikon kuliner daerah. Pada 2026, rencananya Jukut Re’a akan menjadi salah satu hidangan utama dalam Festival Kuliner Maluku yang digelar di Ambon. Selain itu, beberapa warung makan di Leti juga mulai menawarkan paket wisata kuliner yang mencakup pengalaman memancing dan mengolah kerang re’a secara langsung.

Tanya Jawab Singkat

Di mana saya bisa mencicipi Jukut Re’a di Pulau Leti?

Anda bisa menemukan Jukut Re’a di warung-warung lokal di sekitar pesisir Pulau Leti, terutama di Desa Tutukey dan Desa Liwerang.

Berapa harga Jukut Re’a?

Harga Jukut Re’a relatif terjangkau, berkisar antara Rp 25.000–40.000 per porsi tergantung lokasi dan tambahan bahan lainnya.

Apakah kerang re’a bisa ditemukan di luar Pulau Leti?

Tidak, kerang re’a adalah spesies endemik yang hanya hidup di perairan sekitar Pulau Leti.

Kapan waktu terbaik untuk berkunjung dan mencicipi Jukut Re’a?

Musim kemarau antara Juni hingga September adalah waktu terbaik untuk berkunjung, saat kondisi laut tenang dan kerang re’a lebih mudah ditemukan.